5 Hal yang Wajib Diperhatikan Kalau Ingin Berinvestasi saat Resesi



investasi saat resesi

Halo teman-teman, kembali lagi di manusiagabut.site. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai apa aja sih hal-hal penting yang harus diperhatikan kalau kalian ingin berinvestasi disaat kondisi pandemi seperti ini yang justru menyebabkan kemungkinan terjadinya resesi.

Sebelumnya seperti yang kita ketahui bersama bahwa Menteri Keuangan Indonesia yaitu Sri Mulyani Indrawati yang pada tanggal 22 September lalu menyatakan bahwa Indonesia kemungkinan besar akan resmi mengalami resesi pada akhir September nanti. Lalu mungkin kalian yang masih awam akan bertanya-tanya " Apa sih yang dimaksud dengan resesi? memangnya kenapa kalau resesi? se-merugikan itu kah?". Oke, aku jelasin secara singkat aja ya jawaban dari seluruh pertanyaan tersebut.

Jadi resesi bisa dikatakan sebagai anjloknya kondisi perekonomian dalam suatu Negara. Suatu negara bisa dinyatakan resmi resesi kalau memang perekonomian suatu negara kontraksi berturut- turut, yakni pertumbuhan ekonomi negara negatif pada dua kuartal atau enam bulan. Nah contoh agar lebih gampangnya adalah misalnya Negara X pada 3 bulan pertama atau pada kuartal pertama yaitu (Januari-Maret) mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar -3%, kemudian 3 bulan selanjutnya  atau kuartal kedua yaitu (April-Juni) juga mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif misalnya 3,5%, maka dipastikan untuk kuartal selanjutnya negara tersebut akan mengalami resesi. Nah resesi ini bisa banget terjadi karena masyarakat dalam suatu negara "kurang" membelanjakan atau memutar uangnya. Jadi semacam minim transaksi. Nah makanya banyak negara-negara di dunia mengalami resesi juga karena masyarakat "tidak punya uang yang cukup" untuk melakukan transaksi. Sehingga perputaran uang di suatu negara tidak seimbang. Kemudian apakah resesi ini merugikan?, Jawabannya TENTU SAJA. Hal ini dikarenakan pasti setelah resesi terjadi akan ada PHK besar-besaran, sehingga angka pengangguran akan meningkat. Harga-harga produk investasi di pasar modal juga kemungkinan akan menurun. Kemudian daya beli masyarakat juga akan menurun akibat kehilangan sebagian besar pendapatan. 

Nah maka dari itu, di artikel ini aku akan coba bahas apa-apa saja yang penting banget untuk diperhatikan bagi kalian yang mau tetap berinvestasi dikondisi mendekati resesi atau bahkan sudah resesi seperti ini. Agar tidak tersesat dan salah jalan yang justru merugikan diri sendiri yaaa hehehe.

  1. Minimal sudah memiliki pegangan dana darurat atau dana hidup sebesar minimal 3 bulan baru boleh berinvetasi

    dana darurat

    Seperti yang sudah aku jelaskan sebelumnya bahwa resesi dapat berakibat pada utamanya adalah penurunan jumlah pendapatan masyarakat. Akibatnya uang yang akan dipegang oleh masyarakat juga akan semakin sedikit. Oleh karena itu sebelum kalian berpikir untuk mulai berinvestasi dimasa resesi seperti ini, kalian terlebih dahulu harus memastikan bahwa kalian sudah memiliki pegangan dana darurat
     yang cukup untuk mengantisipasi keperluan darurat yang mungkin muncul serta minimal kalian harus sudah siap dengan dana yang nominalnya sejumlah minimal untuk keberlangsungan hidup kalian selama 3 bulan. Poin ini aku letakkan paling pertama karena merupakan poin krusial yang wajib banget kalian perhatikan. Kan gak lucu ya kalau kalian ngebet banget ingin berinvestasi saat resesi seperti ini namun justru keperluan hidup primer dan sekunder kalian saja belum terjamin. Jadi perhatikan hal ini dulu ya teman-teman. 

    Baca juga: Dana Darurat Sebelum Investasi? Apakah Penting?

  2. Diversifikasi portofolio agar risiko kerugian tidak terlalu besar dan menumpuk pada satu jenis investasi

    diversifikasi portofolio

    Poin kedua adalah divesifikasi portofolio atau simpelnya adalah menginvestasikan uang kalian ke berbagai produk investasi, ingat ya BUKAN HANYA SATU produk investasi saja. Contohnya nih, karena indeks saham sedang turun, kalian jadi berbondong-bondong untuk membeli saham yang banyak. Namun kalian lupa menginvestasikan uang kalian di produk investasi lainnya seperti reksa dana dan sebagainya. Kalau seperti ini, risikonya akan sangat jauh lebih tinggi. Bisa jadi setelah kalian membeli saham, harganya akan terus turun tajam, maka sudah pasti kalian akan rugi besar. Berbeda jika seandainya kalian mengalokasikan sedikit untuk saham dan sisanya untuk berbagai produk investasi lain yang mungkin jauh lebih rendah risikonya. Maka setidaknya ketika portofolio saham kalian menurun, portofolio produk investasi kalian yang lainnya memberikan keuntungan atau grafiknya meningkat. Jadi tidak akan rugi-rugi banget.

  3. Investasi perlu diarahkan pada sektor-sektor yang masih berkinerja baik selama pandemi diantaranya adalah teknologi informasi, konsumer, kesehatan, dan telekomunikasi

    resesi

    Tidak bisa dipungkiri kalau kondisi ekonomi yang berujung pada terjadinya resesi di Indonesia ini berdampak negatif bagi hampir seluruh sektor di Indonesia, utamanya adalah sektor keuangan atau finance. Nah untuk menentukan jenis investasi yang setidaknya aman kalian lakukan pada resesi atau pandemi ini, tentunya kalian harus memilih investasi di sektor-sektor yang terbilang masih berkinerja baik selama pandemi atau resesi ini. Kalian bisa memilih seperti sektor konsumer, kesehatan, maupun telekomunikasi. Ketiganya merupakan sektor yang pasti tetap berkinerja baik karena masih menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat Indonesia bahkan dalam kondisi pandemi sekalipun. Sehingga jika kalian berinvestasi di ketiga sektor ini, kemungkinan besar investasi kalian akan aman dan bisa jadi akan untung. 

  4. Beli produk ivestasi luar atau pasar global, seperti dollar dll. Karena diuntungkan dari sisi makro dan kurs mata uang yang berbeda di negara tujuan

    pasar global

    Di poin yang keempat ini aku menyarankan kalian agar bisa berinvestasi di pasar gobal seperti investasi mata uang asing utamanya Dollar
    . Mengapa demikian?, karena misalnya kurs mata uang Indonesia yaitu Rupiah melemah, maka biasanya kurs mata uang asing utamanya Dollar akan meningkat. Kondisi resesi kemungkinan besar akan juga berefek pada kurs Rupiah, sehingga kurs Rupiah akan melemah. Nah melemahnya kurs Rupiah ini bisa diantisipasi jika kalian mampu berinvestasi Dollar, karena kurs Dollar AS biasanya akan menguat dan akan memberikan keuntungan bagi kalian dilihat dari selisih harga jual dan beli. Tapi ini tidak wajib kalian ikuti yaa, karena kembali lagi ke poin pertama yaitu lihat dahulu ketersediaan dana yang kalian miliki. Saran ini bisa kalian ikuti kalau memang sudah memiliki dana berlebih dan menginginkan jenis investasi yang aman dan menguntungkan. 

    Baca juga: Mengenal Jenis Investasi Mata Uang Dolar

  5. Jangan berinvestasi di emas, apalagi saat memasuki resesi akibat pandemi seperti sekarang

    investasi emas

    Kemudian yang terakhir adalah aku sarankan untuk saat ini jangan mencoba untuk berinvestasi
    emas. Hal ini dikarenakan harga emas sedang naik, jadi kalau kalian baru mencoba berinvestasi sekarang maka sudah sangat terlambat dan justru akan menjadi sangat rugi. Prinsip berinvestasi yang baik adalah belilah produk investasi saat harganya sedang turun, bukan di kondisi harga sedang naik. Selain itu, harga emas biasanya akan terbalik dengan harga saham. Jadi karena harga saham sedang turun secara drastis, maka harga emas sudah pasti naik. Investasi emas ini akan menguntungkan ketika kalian sudah memulainya dari sebelum pandemi yang berakibat pada resesi ini terjadi, karena saat itu harga emas masih dibawah harga emas saat ini. Jadi biar uang kalian aman disaat kondisi krisis seperti ini, kalian perlu menghindari jenis investasi yang berisiko tinggi dapat merugikan kalian. 

Baca juga: Apakah Harga Emas Selalu Naik?


Oke, jadi sekian dulu ya bahasan mengenai hal-hal yang wajib kalian perhatikan kalau ingin berinvestasi saat pandemi dan resesi sekarang ini. Semoga bisa menambah wawasan untuk kita semua yaa. Tungguin terus artiekel-artikel selanjutnya. Terimakasih sudah membaca :)





3 komentar:

  1. Siip bermanfaat sekali,,
    Tapi justru yang saya lihat malah banyak yang investasi emas, alasanya, harganya selalu naik ..kalo turun nggak seberapa,,lebih banyak naik nya daripada turunya...

    BalasHapus
  2. Mantap nih,jadi acuan ke depannya

    BalasHapus
  3. Investasi memang sangat menguntunykan sekali, tapi harus benar-benar hati-hati. Jangan sampai tergiur dengan iming-iming yang wow. Sekarang banyak investasi bodong yang bertebaran.

    Cara menghindari ivestasi bodong gimana kak?

    BalasHapus