Tips Memilih Sekuritas untuk Investasi Saham

Selamat datang kembali di manusiagabut.site. Semoga teman - teman masih dalam keadaan sehat ya terutama selama masa pandemi ini. Nah bicara soal pandemi, mungkin sebagian besar dari kita belakangan ini sering mendengar kabar "jumlah investor saham lokal meningkat selama pandemi", "sekarang waktu yang tepat untuk mulai investasi saham", "harga saham sedang jatuh, bisa dicicil nih sekarang", atau mungkin berita - berita sejenis lainnya. Pastinya ada beberapa di antara kita yang langsung tertarik ingin mempelajari dunia saham kan? 

 memilih sekuritas saham

Nah jika ada di antara kalian yang sudah memutuskan untuk ikut terjun ke dunia saham, hal pertama yang kalian tanyakan pastilah bagaimana cara membeli saham? bener ngga?. Nah jawabannya adalah melalui Perusahaan Sekuritas atau Broker Saham atau Pialang Saham. Sekuritas ini sendiri adalah perusahaan yang memfasilitasi kamu untuk bisa melakukan jual beli di pasar modal. Jadi Sekuritas ini hanyalah perantara saja ya, bukan yang memegang uang kamu. Uangmu akan disimpan di bank sesuai pilihan Sekuritas itu sendiri dan pada akhirnya kamu akan memiliki Rekening Dana Nasabah (RDN) atau sering juga disebut Rekening Dana Investor (RDI). Dari rekening inilah nantinya kamu bisa melakukan pembelian saham.

Lalu apa saja sih yang perlu dipertimbangkan dalam memilih Perusahaan Sekuritas? Nah inilah dia Tips Memilih Perusahaan Sekuritas untuk Investasi saham.

Tips Pertama: Izin yang Legal

Hal pertama yang harus kalian pastikan adalah, Perusahaan Sekuritas tersebut sudah memiliki izin operasi yang legal di pasar modal Indonesia. Bagaimana cara mengeceknya? kalian bisa buka website www.idx.co.id kemudian pilih menu Investor dan pilih Sekuritas di Kota Anda. Silahkan sesuaikan pilihan dengan list yang diberikan. Tapi sayangnya website idx.co.id ini sering error, saya juga ngga paham kenapa. Tenang masih ada cara kedua yaitu dengan mengecek izin OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

izin legal

Cara lainnya adalah dengan mengecek izinnya di OJK. Buka website www.ojk.go.id lalu pada menu Statistik pilih Data Perusahaan Efek. Silahkan cek Perusahaan Sekuritas yang kalian inginkan apakah sudah terdaftar :)

Tips Kedua: Perhatikan Minimum Setoran Awal

Hal kedua ini biasanya sangat perlu untuk masyarakat yang masih awam, dan modalnya sedikit atau mungkin baru mau mencoba terjun ke dunia saham. Beberapa Perusahaan Sekuritas biasanya menerapkan minimum setoran awal pada RDI-nya. Seperti misalnya Sekuritas swasta paling terkenal yaitu Mirae Asset Sekuritas menerapkan setoran awal minimum 10 juta, sedangkan Sekuritas dari BUMN seperti BNI Sekuritas, Mandiri Sekuritas menerapkan setoran awal sekitar 1 juta rupiah. 

Gimana? lumayan besar ya, terutama untuk pemula dengan modal yang sedikit. Tapi tenang, belakangan ini sudah ada beberapa Sekuritas swasta baru yang memberikan setoran awal minimum 100 ribu rupiah saja. Silahkan searching sendiri ya :) Tapi ada juga kabar yang menyatakan kalau beberapa Sekuritas besar bisa memberikan potongan setoran awal, biasanya khusus mahasiswa gitu sih. Kalau ini bisa hubungi CS nya langsung ya.


Tips Ketiga: Fee Transaksi

Yap! yang namanya menggunakan jasa orang lain pastinya ada biaya transaksinya kan. Namanya adalah Fee Transaksi. Fee ini biasanya wajib kita bayarkan pada saat melakukan pembelian dan penjualan saham, tentunya fee jual dan belinya berbeda. Saat ini rata - rata fee transaksi terendah bernilai 0.15% (Beli) dan 0.25% (Jual). Rata - rata Perusahaan Sekuritas yang memiliki fee tersebut adalah Sekuritas swasta, untuk Sekuritas dari Bank BUMN biasanya bernilai 0.17% dan 0.27%.

fee transaksi

Mungkin memang terlihat sedikit ya? Tapi kalau misalnya kalian sering melakukan transaksi ya pasti akan terasa kok. Oh iya jangan lupa, kalau kalian ingin menjual saham kalian untuk mengambil keuntungan jangan lupa perhatikan agar kedua fee transaksi ini sudah tertutupi ya :)


Tips Keempat: Kemudahan Membuat Rekening

Hal ini sangat penting terutama untuk kamu yang waktunya hanya sedikit, ataupun emang dasarnya males aja gitu kan. Di zaman yang serba digital ini tentu kita ingin segalanya lebih cepat dan efisien kan? nah maka dari itu lebih baik cari Perusahaan Sekuritas yang pelayanannya bisa dilakukan dari jarak jauh, baik dari proses pembukaan rekening, sampai pelayanan Customer Servicenya. Pastinya males dong kalau misal harus bolak - balik kantornya hanya untuk membuka rekening RDI misalnya.

Saat ini, terutama semenjak pandemi sudah banyak juga kok Perusahaan Sekuritas yang menyediakan pelayanan pembukaan rekening full secara online, seperti BNI Sekuritas dan MNC Sekuritas. Paling banter hanya perlu mengirim beberapa berkas saja (ini pun sudah jarang).


Tips Kelima: Fasilitas yang Diberikan

Menurutku tips ini juga cukup penting terutama untuk pemulda dan masyarakat awam ya. Jadi kalau bisa usahakan untuk memilih Perusahaan Sekuritas yang memberikan fasilitas tambahan seperti Training/Seminar Pasar Modal secara berkala. Ini penting banget agar strategi kita bisa lebih matang dalam melakukan transaksi (a.k.a Meminimalisir kerugian).

Finance workshop

Selain itu perhatikan pula fitur dari aplikasi Trading yang disediakan, misalnya seperti laporan keuangan, chart baik harian hingga tahunan, portal berita, fitur autobuy/autosell, dan fitur lainnya yang dapat memudahkan analisis dan transaksi.


Nah itulah dia Tips Memilih Perusahaan Sekuritas untuk Investasi saham. Silahkan dicek dengan baik ya, jangan sampai ada penyesalan setelah terlanjur memilih Perusahaan Sekuritas yang kurang tepat buat kamu. Last but not least, semoga cuan selalu ya :)




5 Hal yang Wajib Diperhatikan Kalau Ingin Berinvestasi saat Resesi



investasi saat resesi

Halo teman-teman, kembali lagi di manusiagabut.site. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas mengenai apa aja sih hal-hal penting yang harus diperhatikan kalau kalian ingin berinvestasi disaat kondisi pandemi seperti ini yang justru menyebabkan kemungkinan terjadinya resesi.

Sebelumnya seperti yang kita ketahui bersama bahwa Menteri Keuangan Indonesia yaitu Sri Mulyani Indrawati yang pada tanggal 22 September lalu menyatakan bahwa Indonesia kemungkinan besar akan resmi mengalami resesi pada akhir September nanti. Lalu mungkin kalian yang masih awam akan bertanya-tanya " Apa sih yang dimaksud dengan resesi? memangnya kenapa kalau resesi? se-merugikan itu kah?". Oke, aku jelasin secara singkat aja ya jawaban dari seluruh pertanyaan tersebut.

Jadi resesi bisa dikatakan sebagai anjloknya kondisi perekonomian dalam suatu Negara. Suatu negara bisa dinyatakan resmi resesi kalau memang perekonomian suatu negara kontraksi berturut- turut, yakni pertumbuhan ekonomi negara negatif pada dua kuartal atau enam bulan. Nah contoh agar lebih gampangnya adalah misalnya Negara X pada 3 bulan pertama atau pada kuartal pertama yaitu (Januari-Maret) mengalami pertumbuhan ekonomi sebesar -3%, kemudian 3 bulan selanjutnya  atau kuartal kedua yaitu (April-Juni) juga mengalami pertumbuhan ekonomi yang negatif misalnya 3,5%, maka dipastikan untuk kuartal selanjutnya negara tersebut akan mengalami resesi. Nah resesi ini bisa banget terjadi karena masyarakat dalam suatu negara "kurang" membelanjakan atau memutar uangnya. Jadi semacam minim transaksi. Nah makanya banyak negara-negara di dunia mengalami resesi juga karena masyarakat "tidak punya uang yang cukup" untuk melakukan transaksi. Sehingga perputaran uang di suatu negara tidak seimbang. Kemudian apakah resesi ini merugikan?, Jawabannya TENTU SAJA. Hal ini dikarenakan pasti setelah resesi terjadi akan ada PHK besar-besaran, sehingga angka pengangguran akan meningkat. Harga-harga produk investasi di pasar modal juga kemungkinan akan menurun. Kemudian daya beli masyarakat juga akan menurun akibat kehilangan sebagian besar pendapatan. 

Nah maka dari itu, di artikel ini aku akan coba bahas apa-apa saja yang penting banget untuk diperhatikan bagi kalian yang mau tetap berinvestasi dikondisi mendekati resesi atau bahkan sudah resesi seperti ini. Agar tidak tersesat dan salah jalan yang justru merugikan diri sendiri yaaa hehehe.

  1. Minimal sudah memiliki pegangan dana darurat atau dana hidup sebesar minimal 3 bulan baru boleh berinvetasi

    dana darurat

    Seperti yang sudah aku jelaskan sebelumnya bahwa resesi dapat berakibat pada utamanya adalah penurunan jumlah pendapatan masyarakat. Akibatnya uang yang akan dipegang oleh masyarakat juga akan semakin sedikit. Oleh karena itu sebelum kalian berpikir untuk mulai berinvestasi dimasa resesi seperti ini, kalian terlebih dahulu harus memastikan bahwa kalian sudah memiliki pegangan dana darurat
     yang cukup untuk mengantisipasi keperluan darurat yang mungkin muncul serta minimal kalian harus sudah siap dengan dana yang nominalnya sejumlah minimal untuk keberlangsungan hidup kalian selama 3 bulan. Poin ini aku letakkan paling pertama karena merupakan poin krusial yang wajib banget kalian perhatikan. Kan gak lucu ya kalau kalian ngebet banget ingin berinvestasi saat resesi seperti ini namun justru keperluan hidup primer dan sekunder kalian saja belum terjamin. Jadi perhatikan hal ini dulu ya teman-teman. 

    Baca juga: Dana Darurat Sebelum Investasi? Apakah Penting?

  2. Diversifikasi portofolio agar risiko kerugian tidak terlalu besar dan menumpuk pada satu jenis investasi

    diversifikasi portofolio

    Poin kedua adalah divesifikasi portofolio atau simpelnya adalah menginvestasikan uang kalian ke berbagai produk investasi, ingat ya BUKAN HANYA SATU produk investasi saja. Contohnya nih, karena indeks saham sedang turun, kalian jadi berbondong-bondong untuk membeli saham yang banyak. Namun kalian lupa menginvestasikan uang kalian di produk investasi lainnya seperti reksa dana dan sebagainya. Kalau seperti ini, risikonya akan sangat jauh lebih tinggi. Bisa jadi setelah kalian membeli saham, harganya akan terus turun tajam, maka sudah pasti kalian akan rugi besar. Berbeda jika seandainya kalian mengalokasikan sedikit untuk saham dan sisanya untuk berbagai produk investasi lain yang mungkin jauh lebih rendah risikonya. Maka setidaknya ketika portofolio saham kalian menurun, portofolio produk investasi kalian yang lainnya memberikan keuntungan atau grafiknya meningkat. Jadi tidak akan rugi-rugi banget.

  3. Investasi perlu diarahkan pada sektor-sektor yang masih berkinerja baik selama pandemi diantaranya adalah teknologi informasi, konsumer, kesehatan, dan telekomunikasi

    resesi

    Tidak bisa dipungkiri kalau kondisi ekonomi yang berujung pada terjadinya resesi di Indonesia ini berdampak negatif bagi hampir seluruh sektor di Indonesia, utamanya adalah sektor keuangan atau finance. Nah untuk menentukan jenis investasi yang setidaknya aman kalian lakukan pada resesi atau pandemi ini, tentunya kalian harus memilih investasi di sektor-sektor yang terbilang masih berkinerja baik selama pandemi atau resesi ini. Kalian bisa memilih seperti sektor konsumer, kesehatan, maupun telekomunikasi. Ketiganya merupakan sektor yang pasti tetap berkinerja baik karena masih menjadi kebutuhan utama bagi masyarakat Indonesia bahkan dalam kondisi pandemi sekalipun. Sehingga jika kalian berinvestasi di ketiga sektor ini, kemungkinan besar investasi kalian akan aman dan bisa jadi akan untung. 

  4. Beli produk ivestasi luar atau pasar global, seperti dollar dll. Karena diuntungkan dari sisi makro dan kurs mata uang yang berbeda di negara tujuan

    pasar global

    Di poin yang keempat ini aku menyarankan kalian agar bisa berinvestasi di pasar gobal seperti investasi mata uang asing utamanya Dollar
    . Mengapa demikian?, karena misalnya kurs mata uang Indonesia yaitu Rupiah melemah, maka biasanya kurs mata uang asing utamanya Dollar akan meningkat. Kondisi resesi kemungkinan besar akan juga berefek pada kurs Rupiah, sehingga kurs Rupiah akan melemah. Nah melemahnya kurs Rupiah ini bisa diantisipasi jika kalian mampu berinvestasi Dollar, karena kurs Dollar AS biasanya akan menguat dan akan memberikan keuntungan bagi kalian dilihat dari selisih harga jual dan beli. Tapi ini tidak wajib kalian ikuti yaa, karena kembali lagi ke poin pertama yaitu lihat dahulu ketersediaan dana yang kalian miliki. Saran ini bisa kalian ikuti kalau memang sudah memiliki dana berlebih dan menginginkan jenis investasi yang aman dan menguntungkan. 

    Baca juga: Mengenal Jenis Investasi Mata Uang Dolar

  5. Jangan berinvestasi di emas, apalagi saat memasuki resesi akibat pandemi seperti sekarang

    investasi emas

    Kemudian yang terakhir adalah aku sarankan untuk saat ini jangan mencoba untuk berinvestasi
    emas. Hal ini dikarenakan harga emas sedang naik, jadi kalau kalian baru mencoba berinvestasi sekarang maka sudah sangat terlambat dan justru akan menjadi sangat rugi. Prinsip berinvestasi yang baik adalah belilah produk investasi saat harganya sedang turun, bukan di kondisi harga sedang naik. Selain itu, harga emas biasanya akan terbalik dengan harga saham. Jadi karena harga saham sedang turun secara drastis, maka harga emas sudah pasti naik. Investasi emas ini akan menguntungkan ketika kalian sudah memulainya dari sebelum pandemi yang berakibat pada resesi ini terjadi, karena saat itu harga emas masih dibawah harga emas saat ini. Jadi biar uang kalian aman disaat kondisi krisis seperti ini, kalian perlu menghindari jenis investasi yang berisiko tinggi dapat merugikan kalian. 

Baca juga: Apakah Harga Emas Selalu Naik?


Oke, jadi sekian dulu ya bahasan mengenai hal-hal yang wajib kalian perhatikan kalau ingin berinvestasi saat pandemi dan resesi sekarang ini. Semoga bisa menambah wawasan untuk kita semua yaa. Tungguin terus artiekel-artikel selanjutnya. Terimakasih sudah membaca :)





Free Udemy Premium Course Coupon

Selamat datang kembali di  Post Kupon Udemy dari manusiagabut.site. Di postingan ini kita akan membahas course - course online yang seharusnya dapat membantu kita mengembangkan skill terutama di masa pandemi seperti sekarang. Course yang dibahas di postingan ini adalah Udemy Premium Course For Free.

Cek cara buka coursenya di:
FAQ Udemy Premium Course For Free agar tidak ada dusta di antara kita.

Oke langsung saja untuk update course hari ini 13 Oktober 2020

BUSINESS


DEVELOPMENT


DESIGN

 

MARKETING & FINANCE













IT & SOFTWARE
















Selamat menikmati course premium di atas :) Cek juga list software kita ya

Terima kasih sudah berkunjung, have a nice day!

5 Investasi Jangka Pendek yang Wajib Kalian Coba

investasi jangka pendek


Hai semuanya, kembali lagi di manusiagabut.site. Kali ini, hal yang akan kita bahas adalah mengenai jenis-jenis investasi jangka pendek yang bisa kalian lakukan nih. Pasti gabisa dipungkiri kalau kita berinvestasi pasti tujuannya bukan hanya untuk jangka panjang aja kan, tentunya kalian juga punya rencana-rencana keuangan atau tujuan finansial yang ingin kalian capai dalam jangka waktu pendek. 

Pada artikel-artikel sebelumnya, aku selalu menekankan bahwa untuk memilih jenis investasi yang akan kalian lakukan, maka salah satu hal terpenting yang harus selalu kalian ingat adalah apa tujuan finansial kalian. Apakah jangka pendek atau jangka panjang?, apakah memungkinkan untuk kalian memilih investasi yang berisiko tinggi atau tidak?. Nah pertanyaan-pertanyaan tersebut tentunya harus kalian jawab dengan terlebih dahulu melihat dan mempelajari berbagai jenis investasi yang ada yang disesuaikan dengan tujuan finansial kalian tersebut. Oleh karenanya, terutama untuk kalian yang tujuan finansialnya berjangka waktu pendek, manusiagabut.site kali ini akan memberikan kalian informasi mengenai apa aja sih jenis-jenis investasi jangka pendek yang bisa kalian lakukan. 

  1. Deposito

    Deposito

    Deposito atau yang lebih kita kenal sebagai tabungan berjangka merupakan salah satu jenis investasi yang paling aman karena sangat minim risiko. Deposito juga bisa kita kategorikan sebagai investasi jangka panjang ataupun jangka pendek sesuai dengan jangka waktu yang kita tetapkan diawal. Biasanya, semakin lama waktu penyimpanan, maka bunga atau return yang akan kita dapatkan juga akan semakin tinggi. Untuk jenis deposito jangka panjang, maka bunga atau return yang kalian dapatkan akan diakumulasikan dan dibayarkan sekaligus diakhir periode investasi. Misalnya nih, kalian memilih deposito yang berjangka waktu 6 bulan, maka bunga yang akan kalian dapatkan akan dibayarkan setelah jatuh tempo 6 bulan terebut. Nah berbeda dengan deposito yang berjangka waktu panjang, biasanya bunga akan dibayarkan per bulannya secara rutin. Tapi gapapa lah ya, yang penting tetep dapet bunga kan wkwk. Satu lagi tentang deposito adalah bahwa dalam jangka waktu yang sudah disepakati tersebut, kita tidak bisa mengambil uang kita sama sekali. Jadi kalau memang ingin memilih jenis investasi ini, kalian harus benar-benar berkomitmen yaa.

    Namun diantara keempat jenis investasi jangka pendek yang akan kita bahas selanjutnya, jenis investasi deposito ini termasuk kedalam jenis investasi yang paling kecil return/bunga/keuntungan yang didapat, karena memang paling minim risiko. Jadi sebagai imbal risiko yang kecil, maka bunga yang didapat juga tidak terlalu besar.

      
  2. Saham

    Saham

    Siapa sih dari kalian yang ngga pernah pernah mendengar jenis investasi yang satu ini?, pasti pernah dong. Setidaknya sekali seumur hidup lah wkwk. Nah, sama seperti deposito, saham juga bisa dikategorikan sebagai jenis investasi jangka pendek maupun jangka panjang. Namun investasi saham ini sifatnya lebih fleksibel. Kalian bisa membeli dan menjual saham kapanpun kalian mau. Saham juga bisa dikatakan sebagai salah satu jenis investasi yang berada dalam deretan jenis investasi paling menguntungkan. Rata-rata jenis ivestasi saham ini bisa menghasilkan return atau keuntungan sampai 20% atau lebih per tahunnya. Namun, sesuai dengan konsep dalam dunia investasi, bahwa semakin besar return yang didapat maka akan semakin tinggi pula risikonya. Begitu pula yang terjadi pada investasi saham. Pasar saham sendiri sangat berfluktuasi. Harga beli maupun harga jual dari saham itu sendiri dapat berubah setiap saat, bahkan dalam hitungan detik. Jadi dalam sekejap seluruh kemungkinan akan terjadi, Bisa jadi kalian untung besar dalam sesaat, bisa jadi pula kalian akan rugi besar dalam sesaat. Jadi kalau kalian memilih jenis investasi ini, apalagi untuk jangka pendek, maka kalian harus pintar-pintar menerapkan strategi serta harus tahan banting wkwk. Maksud dari tahan banting disini adalah kalian tidak goyah saat rugi, dan tidak terlalu serakah saat untung.

    Kembali lagi ke istilah jangka panjang dan jangka pendek. Dalam dunia saham, orang yang berinvestasi untuk jangka pendek biasanya lebih dikategorikan sebagai trader. Sedangkan untuk orang yang ingin berinvestasi jangka panjang lebih dikategorikan sebagai investor. Investor sendiri akan menaruh uangnya dengan tujuan untuk jangka panjang. Misalnya 3 tahun atau lebih. Jadi dalam jangka waktu tersebut entah nilai saham naik atau turun mereka tidak akan menjual saham milik mereka. Sedangkan untuk trader yang berorientasi jangka pendek, maka mereka akan menganalisa pasar saham secara kontinu untuk melihar pergerakan nilai atau indeks saham. Kalau nilainya turun dan berada dibawah batas wajar, maka mereka harus menjual saham yang dimiliki agar tidak rugi terlalu besar. 

    Jadi intinya, kalau ingin berinvestasi pada saham untuk jangka pendek, kalian harus sudah dibekali ilmu sebagai trader dan meluangkan waktu kalian untuk mengawasi pergerakan pasar saham secara kontinu. Tentunya semakin pendek jangka waktu kalian berinvestasi saham, maka semakin tinggi pula risikonya.


  3. Peer to Peer (P2P) Lending

    P2P lending

    Peer to Peer Lending atau yang biasa dikenal sebagai P2P Lending ini masih tergolong tidak terlalu populer dibandingkan dengan jenis investasi lainnya. 
     Jenis investasi ini juga terbilang masih baru. Sederhananya, jenis investasi P2P Lending ini memiliki sistem dimana kalian sebagai investor akan meminjamkan uang kalian kepada peminjam yang disebut juga sebagai borrower. Kemudian kalian akan mendapatkan keuntungan dari bunga pinjaman yang akan dibayarkan oleh borrower tersebut. Dalam praktiknya, kalian akan diberi kebebasan untuk meminjamkan uang kalian kepada siapa dan kapan tenggat waktu pembayaran pinjaman yang harus dilakukan oleh si borrower. Karena sistemnya pinjaman, maka tentunya pasti ada risiko gagal bayar yang mungkin banget akan terjadi. Jadi kalau kalian ingin mencoba jenis investasi ini, kalian harus mempelajari dengan benar siapa yang akan kalian berikan pinjaman. Nah saat ini kebanyakan calon peminjam adalah UMKM yang ada di Indonesia. Selain kalian bisa berinvestasi, kalian juga bisa membantu sektor UMKM di Indonesia nih, itung-itung menambah amal perbuatan baik kan hehe

    Nah satu lagi mengenai jenis investasi P2P Lending ini adalah bahwa kalian bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda jika kalian menerapkan efek compounding, dimana bunga dari imbal hasil investasi yang kalian dapatkan terus-menerus diinvestasikan kembali. Untuk lebih jelasnya mengenai P2P Lending ini, kalian bisa baca
    artikel Peer to Peer Lending ini yaa.

  4. Reksa Dana Pasar Uang

    Reksa dana pasar uang

    Reksa dana merupakan salah satu instrumen investasi yang sedang digandrungi saat ini. Selain mudah, reksa dana juga menawarkan minimum nominal investasi yang rendah, yaitu hanya 10 ribu rupiah saja. Untuk tujuan investasi jangka pendek, tidak seluruh jenis reksa dana bisa kalian coba, karena masing-masing jenis reksa dana memiliki tingkatan risikonya masing-masing. Nah untuk investasi jangka pendek, tentunya kalian tidak mau risiko yang terlalu tinggi dong. Masa iya kalian berencana menyimpan uang untuk 6 bulan, tapi karena kalian memilih jenis reksa dana yang salah sehingga risiko terlalu tinggi, dalam waktu 6 bulan tersebut bukan keuntungan yang kalian dapat namun malah kerugian. 

    Untuk investasi jangka pendek yang minim risiko, maka reksa dana yang dianjurkan adalah reksa dana pasar uang. Apa sih artinya reksa dana pasar uang?, artinya adalah bahwa uang yang kalian investasikan 100%  akan ditempatkan pada instrumen pasar uang seperti deposito berjangka, obligasi, Sertifikat Bank Indonesia (SBI), dan lain sebagainya. Untuk jenis reksa dana pasar uang, kalian bisa membelinya di bank maupun platform-platform online yang sudah ada sekarang seperti bareksa dan bibit. 

  5. Obligasi

    Obligasi

    Obligasi atau sederhananya kita biasa mengartikannya sebagai surat hutang sebagai pernyataan hutang oleh penerbit obligasi (pihak yang berhutang) kepada pemegang obligasi. Seperti sistem hutang pada umumnya, maka akan ada jatuh tempo pembayaran hutang tersebut beserta bunga yang harus dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi. Disini peran kita adalah sebagai pemegang obligasi ya guys. Jadi kita dianggap sebagai pemberi pinjaman atau hutang. Nah biasanya jatuh tempo dari masing-masing surat hutang (obligasi) akan berbeda-beda. Di Indonesia sendiri umumnya antara 1-10 tahun. Jadi kalau orientasi kalian adalah untuk berinvestasi jangka pendek, maka pilihlah jangka waktu jatuh tempo yang tidak terlalu lama. 

    Obligasi sendiri bisa diterbitkan baik oleh pemerintah maupun oleh pihak swasta atau pebisnis. Untuk pemerintah, diterbitkannya obligasi bisa menjadi sumber pendanaan untuk membiayai sebagian defisit anggaran belanja dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sedangkan untuk pihak swasta, diterbitkannya obligasi bisa dimanfaatkan untuk menambah dana segar untuk keperluan pengembangan usaha. Kemudian obligasi ini sama seperti saham, yaitu bisa diperjual belikan teserah dari pemegang obligasi. Kalau di obligasi terdapat istilah yang namanya kupon atau bunga. Jadi kalian akan mendapatkan keuntungan berupa kupon atau bunga dari setiap obligasi yang kalian pegang. Biasanya nominalnya akan berbeda bergantung berapa lama jatuh tempo obligasi kalian serta faktor lainnya. Kemudian keuntungan yang mungkin kalian dapatkan juga bisa berasal dari selisih harga obligasi itu sendiri. 

    Nah untuk membeli obligasi sendiri kalian biasanya bisa membelinya di agen penjual seperti bank, lembaga sekuritas ataupun platform yang memang menjual belikan obligasi. Satu hal yang harus kalian ingat dari obligasi adalah kalau kalian menjual obligasi sebelum jatuh tempo, maka kemungkinan besar kalian akan rugi karena memang harga jualnya akan lebih rendah. Makanya penting banget nih untuk kalian menentukan jatuh tempo yang tepat. 

Oke guys, sekian dulu ya bahasan mengenai 5 jenis investasi jangka pendek yang bisa kalian coba. Semoga cukup memberikan gambaran kepada kalian dan tentunya bisa menjadi wawasan tambahan bagi kita semua. Tunggu terus artikel-artikel selanjutnya yaa. Terimakasih sudah membaca ;)